Pengukuran merupakan hal yang penting dalam dunia ilmu pengetahuan. Pengukuran-pengukuran tersebut antara lain: pengukuran waktu dari satu kejadian ke kejadian yang lainnya, pengukuran temperatur/suhu suatu daerah, pengukuran kecepatan dari suatu benda, pengukuran tinggi dari satu titik ke titik lain.
Panjang dan tinggi merupakan salah
satu besaran fisis yang sering diukur dalam berbagai keperluan yang membutuhkan
data tinggi seseorang. Alat ukur tinggi badan yang beredar dipasaran, kurang
memungkinkan untuk mendapatkan data yang akurat, karena kebanyakan alat ukur
tinggi badan yang beredar dipasaran masih bersifat manual. Artinya untuk
mendapatkan data tinggi badan seseorang masih menggunakan cara pengukuran
dengan tenaga manusia.
Selaras dengan perkembangan jaman, dibutuhkan alat pengukur tinggi badan yang dapat bekerja secara otomatis, melakukan proses pengukuran, membaca hasil pengukuran, sekaligus memberitahukan hasil pengukuran tersebut secara dual mode dimana output yang dihasilkan yaitu berupa suara dan alat pengukuran ini dirancang menggunakan android sebagai interface dengan berbasis mikrokontroler ATmega328 yang telah dikonfigurasi untuk mempengaruhi kinerja sistem sensor ultrasonik agar dapat mendeteksi tinggi badan seseorang. Seseorang yang sedang diukur tinggi badannya dapat mengetahui secara langsung hasil pengukurannya. Pembacaan hasil yang didapat lebih akurat dan presisi jika dibanding dengan hasil pembacaan manusia.
Selaras dengan perkembangan jaman, dibutuhkan alat pengukur tinggi badan yang dapat bekerja secara otomatis, melakukan proses pengukuran, membaca hasil pengukuran, sekaligus memberitahukan hasil pengukuran tersebut secara dual mode dimana output yang dihasilkan yaitu berupa suara dan alat pengukuran ini dirancang menggunakan android sebagai interface dengan berbasis mikrokontroler ATmega328 yang telah dikonfigurasi untuk mempengaruhi kinerja sistem sensor ultrasonik agar dapat mendeteksi tinggi badan seseorang. Seseorang yang sedang diukur tinggi badannya dapat mengetahui secara langsung hasil pengukurannya. Pembacaan hasil yang didapat lebih akurat dan presisi jika dibanding dengan hasil pembacaan manusia.
Ultrasonik Sebagai Pengukur Jarak
Menurut Subandi (2009:29-39) [27], Gelombang
ultrasonik adalah gelombang mekanis yang mempunyai daerah frekuensi diatas
kemampuan manusia atau diatas 20 Khz. Karena frekuensinya yang tinggi,
gelombang ini lebih mudah diarahkan dari pada gelombang yang berada dibawah
daerah frekuensinya. Gelombang ini biasa digunakan dalam aplikasi pengukuran
jarak.
Prinsip kerja dari sensor ultrasonik
adalah sebagai berikut:
- Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik. Sinyal tersebut berfrekuensi diatas 20kHz, biasanya yang digunakan untuk mengukur jarak benda adalah 40kHz. Sinyal tersebut di bangkitkan oleh rangkaian pemancar ultrasonik.
- Sinyal yang dipancarkan tersebut kemudian akan merambat sebagai sinyal / gelombang bunyi dengan kecepatan bunyi yang berkisar 344 m/s. Sinyal tersebut kemudian akan dipantulkan dan akan diterima kembali oleh bagian penerima Ultrasonik.
- Setelah sinyal tersebut sampai di penerima
ultrasonik, kemudian sinyal tersebut akan diproses untukmenghitungjaraknya.
Gambar 2.21 Ilustrasi
Cara Kerja Ultrasonik
Sensor Ultrasonik mendeteksi jarak
obyek dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik (40 kHz) kemudian mendeteksi
pantulannya. Gelombang ultrasonik ini melalui udara dengan kecepatan 344 meter
per detik, mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor.
Pada bagian ini, proses pengukuran
jarak dapat dilakukan hanya dengan memberikan trigger dan mendeteksi lebar
pulsa Echo saja seperti pada modul ultrasonik pada umumnya. Hasil pengukuran
dalam bentuk pulsa dapat ditentukan dengan menghitung lebar pulsa yang keluar
pada bagian Echo. Lebar pulsa tersebut mewakili waktu merambatnya sinyal
ultrasonik dari sensor ke obyek dan kembali lagi, oleh karena itu jarak dapat
diperoleh dengan persamaan.
Sesuai rumus fisika:
s = v.t
Namun waktu yang dihitung adalah
waktu pergi dan waktu datang sehingga jarak yang ditempuh adalah dua kali. Jadi
untuk menghitung jarak
Keterangan :
s = Jarak hasil pengukuran (meter )
v = Kecepatan gelombang suara di
udara (meter / sekon)
t = Waktu antara gelombang dikirim dan diterima
(sekon)
Flowchart Sistem Yang Berjalan
Berikut adalah flowchart sistem
pengukur tinggi badan yang berjalan pada gambar 3.3.
Gambar 3.3 Flowchart
Sistem Pengukur Tinggi Badan Yang Berjalan
Dapat dijelaskan gambar 3.3
Flowchart Sistem pengukur tinggi badan yang berjalan pada SDIT Al-Istiqomah
diatas yaitu terdiri dari:
- 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “Mulai” dan “Selesai” pada aliran proses flowchart sistem pengukur tinggi badan yang berjalan.
- 1 (satu) simbol manual operation yang menyatakan proses pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer.
- 1 (satu) simbol proses yang menyatakan sebuah proses pengukuran tinggi badan.
- 1 (satu) simbol data, yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu: Hasil pengukuran tinggi badan dalam satuan cm.
- 1 (satu) simbol decision, yang berperan untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan keputusan jika “ya” dan “tidak”, yaitu: Apakah tinggi badan yang diukur sesuai atau tidak. Jika "Tidak" maka pengukuran akan dicek kembali, jika "Ya" maka hasil pengukuran dapat dihasilkan dalam satuan cm.
Flowchart Sistem Yang Diusulkan
Berikut adalah flowchart sistem
pengukur tinggi badan yang berjalan pada gambar 3.4.
Gambar 3.4 Flowchart
Sistem Pengukur Tinggi Badan Yang Diusulkan
Dapat dijelaskan gambar 3.4 Flowchart
Siatem pengukur tinggi badan yang diusulkan pada SDIT Al-Istiqomah diatas yaitu
terdiri dari:
- 2 (dua) simbol terminal, yang berperan sebagai “Mulai” dan “Selesai” pada aliran proses flowchart sistem pengukur tinggi badan yang berjalan.
- 4 (empat) simbol proses yang menyatakan sebuah proses yang dimulai dari menekan tombol, mencari objek kemudian melakukan proses untuk pengukuran tinggi badan untuk dapat ditampilkan di interface andorid harus mencari perangkat bluetooth lalu kemudian output didapatkan.
- 2 (dua) simbol decision, yang berperan untuk menunjukan sebuah langkah pengambilan keputusan jika “ya” dan “tidak”, yaitu: Mencari objek, jika ada abjek maka siste akan memproses pengukuran dan jika tidak ada abjek maka sistem akan kembali mencari objek. Setelah itu untuk melakukan proses pengukuran sistem akan mencari perangkat bluetooth, jika ya maka sistem akan memilih perangkat dan menghasilkan output ke interface android dan suara.
- 3 (tiga) simbol data yang menyatakan proses input atau output tanpa tergantung jenis peralatannya, yaitu: dengan memilih perangkat bluetooth dengan hasil output pengukuran tinggi badan yaitu output di interface android dan suara.
Perancangan
Prototipe
Prototipe pengukur tinggi badan
menggunakan sensor ultrasonik berbasis mikrokontroler ATmega328 dual mode,
dalam perancangan disusun menyerupai alat ukur tinggi badan pada umumnya. Alat
ini dilengkapi dengan komponen seperti: Sensor ultrasonik, mikrokontroler,
modul suara, bluetooth, modul bluetooth dan smartphone android serta speaker
yang dijadikan sebagai output suara untuk mendukung kinerja alat tersebut.
Bahan dalam perancangan prototipe terbuat dari besi ringan yang digunakan
sebagai tiang.
Gambar 3.5 Perancangan
Prototipe
Metode Prototipe
Metode yang dipakai adalah metode
prototyping evolutionary, karena dengan evolutionary ini sistem atau produk
yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas
menuju produk final atau produk akhir.
Tabel 3.1 Perbandingan
Metode Perancangan
Gambar 3.6 Perbandingan
Pengukuran
Cara Kerja Alat
Gambar 3.7 Cara Kerja
Alat
Perhatikan pada gambar diatas. TMax
adalah tinggi sensor dengan tanah. Pada code nanti, TMax akan tertulis 200.
Untuk JS adalah jarak antara sensor dengan kepala atau obyek. Sedangkan TB
adalah hasil dari TMax - JS untuk mengetahui tinggi badan seseorang. Saat objek
berdiri di bawah sensor ultrasonik tersebut, maka sensor akan mendeteksi
apabila ada objek atau media lain dibawah sensor tersebut. Ketika sinyal
mengenai benda penghalang, maka sinyal akan dipantulkan pemancar (transmitter)
dan diterima oleh penerima (receiver) ultrasonik. Sinyal yang diterima oleh
receiver di kirimkan ke rangkaian mikrokontroler untuk selanjutnya mengolah dan
mengontrol hasil pembacaan yang diterima dari sensor ultrasonik, sehingga dapat
dihasilkan suatu informasi tentang keberadaan objek sekaligus mengukur tinggi
antara objek dengan alat sesuai dengan algoritma program yang dibuat. Serta
output yang dihasilkan berupa suara dan interface di smartphone android.
Perangkat Keras (Hardware)
1. Rangkaian
minimum sistem mikrokontroler ATmega328
Gambar 3.9 Rangkaian
minimum sistem mikrokontroler ATmega328
Keterangan:
- Pin 2 (RXD), merupakan jalur untuk melakukan proses penerimaan data pada komunikasi serial.
- Pin 3 (TXD), merupakan jalur untuk melakukan proses pengiriman data pada komunikasi serial. Pada sistem ini menggunakan relay untuk mengirimkan perintah berupa string ke rangkaian modul bluetooth dan voice module untuk menghasilkan informasi yang sesuai.
- Pin 1 (RESET), digunakan untuk proses reset program, yaitu mengembalikan program pada kondisi awal atau baris perintah program seperti pertama kali sistem berjalan.
- Pin 9 (XTAL1), merupakan pin masukan untuk sumber clock eksternal pada rangkaian mikrokontroler sehingga mikrokontroler akan bekerja dengan kecepatan sesuai dengan nilai dari crystal dan konfigurasi nilai clock pada program.
- Pin 10 (XTAL2), merupakan keluaran clock yang dapat digunakan untuk sumber clock rangkaian lain yang di rangkai secara serial.
- Pin 8 dan 22, merupakan ground pada rangkaian mikrokontroler yang terhubung langsung dengan rangkaian ground catu daya.
- Pin 7 (VCC), 20 (AVCC), 21 (AREF), merupakan pin yang masing-masing pin dihubungkan secara bersamaan pada tegangan +5V pada rangkaian catu daya. Ini dilakukan jika pin input analog pada mikrokontroler ATmega328 tidak di fungsikan sebagai Analog to Digital Converter, sedangkan jika pin analog akan digunakan sebagai ADC maka pin 20 dihubungkan pada tegangan +5V melalui lilitan dengan nilai 100uH agar tegangan yang digunakan tidak terpengaruh oleh fluktuatif tegangan kerja pada mikrokontroler. Sedangkan pada pin 21 dihubungkan dengan komponen variabel resistor atau trimpot untuk melakukan pengaturan tegangan referensi yang sesuai dengan kebutuhan dalam aplikasinya.
- Pin 11 (T1), merupakan pin yang dihubungkan dengan rangkaian sensor ultrasonik, yang difungsikan sebagai sensor pendeteksi jarak objek yang berada tepat didepan sensor tersebut. pada pin ini merupakan pin yang digunakan sebagai sumber interupsi eksternal pertama pada mikrokontroler ATmega328.
2. Rangkaian
Modul Bluetooth HC-05
Dalam rangkaian ini tidak banyak pin
yang digunakan, yang dibutuh kan hanya, Pin TX dan Pin RX untuk komunikasi data
dengan mikrokontroler, pin PIO11 yang dihubungkan ke VCC pada saat kita akan
melakukan konfigurasi, pin PIO9 dan pin PIO8 dihubungkan ke LED untuk indikasi
bahwa Modul Bluetooth HC-05 dalam keadaan menyala, dan terakhir pin 3,3V ke
sumber tenaga dan pin GND yang dihubungkan ke ground.
Gambar 3.10 Skema pin
modul Bluetooth HC-05
3. Rangkaian Voice
Module
Secara keseluruhan pada voice module
ini hanya terdapat dua buah komunikasi data secara serial dengan perangkat
mikrokontroler. Module ini akan mengeluarkan suara sesuai dengan string yang
diterima dari rangkaian mikrokontroler yang terhubung secara serial serta file
suara yang tersimpan dalam memori SD card disesuaikan dengan kebutuhan pada
aplikasi yang dibuat. Adapun format untuk perangkat SD card yang digunakan
adalah menggunakan FAT16 serta format suara yang tersimpan pada memori SD card
tersebut dalam bentuk file WAV dan dengan masing-masing pada nama file
diinisialisasikan dengan urutan sesuai abjad.
Gambar 3.11 Rangkaian Voice
Module
Keterangan:
- Pin (RXD), merupakan jalur untuk melakukan proses penerimaan data pada komunikasi serial.
- Pin (TXD), merupakan jalur untuk melakukan proses pengiriman data pada komunikasi serial. Pada sistem ini digunakan untuk mengirimkan perintah berupa string ke rangkaian voice module untuk menjalankan voice yang sesuai.
4. Rangkaian
Sensor Ultrasonik
Sensor ultrasonik adalah sebuah
piranti yang didesain untuk dapat mentransmisikan gelombang ultrasonik dan
menghasilkan pulsa keluaran yang sesuai dengan waktu tempuh untuk pemancaran
dan pemantulan gelombang. Dengan menghitung waktu tempuh dari pulsa maka jarak
sensor dengan target dapat dengan mudah dihitung, proses pengukuran jarak
dilakukan hanya dengan memberikan Trigger dan mendeteksi lebar pulsa Echo
seperti pada modul sensor ultrasonik pada umumnya, hasil pengukuran dalam
bentuk pulsa dapat ditentukan dengan menghitung lebar pulsa yang keluar pada
bagian Echo. Lebar pulsa tersebut mewakili waktu merambatnya sinyal ultrasonik
dari sensor ultrasonik ke obyek dan kembali lagi. Sensor ultrasonik bekerja
dengan menggunakan tegangan sumber sebesar 5 volt dc, sensor objek ditunjukan
pada gambar 3.11
Gambar 3.12 Rangkaian
Sensor Ultrasonik
Keterangan:
- VCC, merupakan masukan untuk tegangan kerja sensor tersebut sebesar +5V.
- GND, dihubungkan dengan kutub negatif atau ground pada rangkaian.
- OUT, sebagai keluaran yang dihubungkan pada pin PD.2 mikrokontroler ATmega328 yang akan memberikan logika high (1) dan Low (0) pada mikrokontroler untuk mendeteksi adanya objek, sensor ultrasonik bekerja dengan mentransmisikan gelombang ultrasonik dan menghasilkan pulsa keluaran yang sesuai dengan waktu tempuh untuk pemancaran dan pemantulan gelombang. Dengan menghitung waktu tempuh dari pulsa maka jarak dengan objek dapat dihitung.
5. Rangkaian
Catu Daya
Catu daya merupakan bagian yang
sangat penting. Karena tanpa adanya catu daya, maka semua rangkaian tidak akan
bekerja. Rangkaian ini berfungsi untuk mensuplay tegangan keseluruh rangkaian
yang ada. rangkaian catu daya yang dibuat mempunyai keluaran 3,3 volt digunakan
untuk mensuplay tegangan ke komponen modul buetooth, 5 volt digunakan untuk
mensuplay tegangan ke komponen mikrokontroler dan modul suara, 12 volt
digunakan untuk mensuplay tegangan ke komponen relay. rangkaian catu daya
ditunjukan pada gambar 3.12
Gambar 3.13 Rangkaian
catu daya
Keterangan:
- Tegangan masuk sebesar 12V didapat dari sumber tegangan.
- D, digunakan untuk memastikan pemasangan baterai tidak terbalik dan tidak membuat short rangkaian. Jika menggunakan arus AC komponen ini dapat digunakan sebagai penyearah setengah gelombang (Half wave), tipe dioda yang digunakan adalah 1N4002.
- C1, merupakan komponen elektrolit capasitor (Elco) yang berfungsi sebagai perata ripple tegangan awal sebelum masuk pada komponen penurun tegangan atau lebih dikenal dengan IC regulator adapun nilai yang digunakan adalah sebesar 100uF/16V.
- Adaptor 12 volt digunakan sebagai tegangan kerja komponen relay.
- IC 7805, digunakan menurunkan tegangan menjadi +5V yang digunakan sebagai tegangan kerja komponen mikrokontroler dan modul suara.
- IC 1117, digunakan menurunkan tegangan menjadi +3,3V yang digunakan sebagai tegangan kerja komponen modul buetooth.
- C2, digunakan sama seperti pada komponen C1 akan tetapi bentuk kapasitor yang digunakan berbeda yaitu menggunakan nilai 100nF.
Perangkat
Lunak (Software)
Setelah proses rangkaian perangkat
keras selesai dibuat langkah selanjutnya adalah membuat perancangan perangkat
lunak, meliputi penulisan listing program yang akan disimpan atau ditanam di
dalam mikrokontroler dengan menggunakan suatu software BASCOM-AVR dan bahasa
pemogramannya adalah bahasa BASIC, dimana perintah-perintah program tersebut
akan di eksekusi oleh hardware atau sistem yang di buat.
1. Perancangan Program
Mikrokontroler ATmega328
Pada perancangan perangkat lunak
yaitu menggunakan program BASCOM-AVR yang digunakan untuk menuliskan listing
program Setelah itu program disimpan dan dibuat dengan nama file.bas dalam
penelitian ini akan diberikan nama PengukurTinggiBadan untuk disimpan pada
folder yang sudah ditentukan. dan kemudian akan dikompilasi menjadi file
heksa yaitu dengan nama PengukurTinggiBadan.hex. File heksa yang
dihasilkan setelah proses kompilasi tersebut akan dimasukkan kedalam
mikrokontroler ATmega328 menggunakan isp flash programmer, sehingga
mikrokontroler akan bekerja sesuai dengan perintah yang ada pada memori flash,
yang digunakan untuk mengendalikan input dan output dari
mikrokontroler ATmega328 untuk mengukur tinggi badan dengan output suara
dan ditampilkan dalam interface android.

Gambar 3.14 Kompilasi
File BAS
Untuk memasukkan program kedalam
mikrokontroler menggunakan aplikasi ProgIsp. Langkah – langkah nya adalah
sebagai berikut:
Mikrokontroler bisa bekerja jika
didalamnya sudah dimasukkan listing program yang sudah dibuat dengan
menggunakan program aplikasi BASCOM AVR. Untuk melakukan proses pengisian
menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak, untuk rangkaian perangkat
keras yang digunakan untuk memasukkan program heksa kedalam
mikrokontroler.Dengan menggunakan kabel isp flash programmer, maka file heksa
yang sudah dibuat dapat langsung dimasukkan kedalam mikrokontroler ATmega328.
Siapkan downloader mikrokontroler
kemudian instal. Jalankan program aplikasi progisp versi 1.72, tentukan jenis
mikrokontroler dan kemudian isi memori dari mikrokontroler ATmega328 akan
ditampilkan dengan melalui proses pembacaan dari isi mikrokontroler tersebut.
Pengisian memori buffer ini untuk dimasukkan kedalam mikrokontroler ATmega328,
pilih file PengukurTinggiBadan.Hex, lalu lakukan mode auto dan proses verifying
setelah itu pengisian file heksa kedalam mikrokontroler ATmega328 siap untuk
digunakan.

Gambar 3.15 Jendela
Untuk Memilih File
2. Konfigurasi Modul Bluetooth HC 05
Sebelum menggunakan modul Bluetooth
sebagai media komunikasi, maka yang perlu dilakukan adalah mengkonfigurasinya
agar dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan sistem.
Langkah pengaturan tersebut adalah sebagai berikut:
- Beri tegangan sebesar 3,3 volt pada pin 3,3.
- Hubungkan pin GND dengan kutub negatif baterai.
- Hubungkan pin PI011 dengan tegangan 3,3 volt.
- Hubungkan pin PI09 ke LED1 untuk indikasi bahwa modul Bluetooth dalam keadaan aktif.
- Hubungkan pin PI08 ke LED2 untuk indikasi bahwa terjadi komunikasi/pengiriman data.
- Hubungkan pin TX dan RX ke kabel USB to Serial, Kemudian koneksikan ke komputer.
- Jalankan aplikasi Hyperterminal untuk mengkonfigurasi modul Bluetooth HC-05.
- Untuk mencoba apakah modul Bluetooth dan komputer sudah terhubung dengan baik ketikkan perintah “AT” kemudian tekan enter, jika muncul “OK” pada Hyperterminal, maka koneksi telah terbentuk dengan baik.
- Untuk mengganti nama Modul Bluetooth, masukkan perintah AT+NAME=”nama” kemudian tekan enter.
- Untuk merubah password masukkan perintah AT+PSWD=”password yang diinginkan” kemudian tekan enter.
- Untuk mengetahui fungsi dari modul Bluetooth masukkan perintah AT+ROLE?, jika AT+ROLE=0 maka modul Bluetooth berperan sebagai Slave. Jika AT+ROLE=1 maka modul Bluetooth berperan sebagai Master. Yang diperlukan dalam penelitian ini adalah slave.
- Proses pengaturan telah selesai.
3. Perancangan Software
Basic4android
Untuk membuat sebuah aplikasi
android diperlukan sebuah development tools berbasis Java tetapi untuk
penelitian ini penulis menggunakan Basic4Android karena development tools
ini berbasis Object Oriented Programming Language yang memiliki sintaks
sama persis seperti Visual Basic. Basic4Android didesain sedemikian rupa
sehingga memudahkan developer untuk mengembangkan aplikasi android menggunakan
bahasa Visual Basic dan IDE yang mudah untuk digunakan.
Eksekusi aplikasi Basic4Android
pilih menu File → New Tuliskan kode program pada IDE Basic4Android. Save kode
programnya pada Local Disk (C:). Selanjutnya hidupkan jaringan bluetooth
Smartphone Android dan koneksikan pada laptop. Kemudian jalankan B4A-Bridge
pada smartphone Android. Ada 2 pilihan pada aplikasi ini yaitu Tombol Start –
Wireless dan Tombol Start – Bluetooth. Dalam hal ini Penulis menekan tombol
Start – Bluetooth karena konfigurasi nya yang lebih mudah dan efektif. Lalu
koneksikan IDE Basic 4 Android.

Gambar 3.16 Tampilan
Basic 4 Android

Gambar 3.17 Tampilan
B4A-Bridge pada Smartphone Android
Setelah device terhubung, maka
otomatis B4A-Bridge pada IDE Basic 4 Android dan Smartphone Android berstatus
“Connected”Klik menu Designer pada Basic4Android Pada kotak dialog Designer,
klik menu File > Save dan ketikkan Layout Name “Menu1” kemudian klik tombol
Ok. Klik menu Add View > pilih salah satu atau lebih komponen, misalnya
Label dan EditText. Edit Label dan EditText tersebut sesuai keinginan lalu
Save. Kemudian kembali ke program utama, jalankan kode program yang sudah
dibuat pada Basic4Android. Pilih Release dan Klik tombol Run, seperti gambar
berikut ini. Tunggu hingga proses Compile & Release Selesai.
Gambar 3.18 Menu Run
Analisa
Program Pada Mikrokontroler
Pada program yang dimasukkan kedalam
mikrokontroler terdapat beberapa fungsi. Berikut adalah listing program
mikrokontrolernya:
Adapun fungsi pada setiap penulisan
listing program adalah sebagai berikut:
Koding ini berfungsi untuk mendeklarasikan seri mikrokontroler yang akan
digunakan. Pada coding di atlas tertulis “m328def.dat” yang dimaksudkan untuk
mikrokontroler tipe ATmega328.
Koding ini berisi nilai yang sesuai dengan crystal yang dipakai. Dalam hal
ini menggunakan crystal 11,0592 MHz.
Koding ini menyatakan konfigurasi serial yang berfungsi untuk sistem
transfer data menggunakan baudrate 9600 bps.
Koding di atas berfungsi untuk konfigurasi, dimana PORTC dijadikan sebagai
output.

Koding di atas ini berfungsi untuk inisialisasi sub rutin yang dipakai.
Koding di atas berfungsi sebagai program utama yang dijalankan.
Koding diatas adalah subrutin baca dan hitung tinggi badan.
Koding di atas adalah subrutin kontrol relay.
Koding diatas berfungsi untuk mengirimkan data hasil penghitungan melalui
komunikasi Bluetooth agar dapat di tampilkan pada smartphone android.
Analisa
Program Aplikasi Android
Pada aplikasi android terdapat
beberapa fungsi antara lain fungsi komunikasi Bluetooth dan login password.
Berikut adalah listing program aplikasi android:
Koding di atas berfungsi untuk menampilkan hasil peritungan sensor pada
label yang tedapat pada applikasi android.
Koding diatas berisi perintah untuk menerima masukan input sensor jika
Cmd_Read ditekan. Setelah inputan masuk maka akan disimpan dalam bentuk angka
dan dapat di panggil oleh button read.
Koding ini berisi variable untuk memilih device yang ingin dikoneksikan.
Sebelum nya device yang ingin dikoneksikan harus sudah dalam pairing atau
dikenali oleh smartphone Android.
Koding ini berisi notifikasi apabila sukses melakukan pairing pada device
yang diinginkan maka akan mengubah status Disconected menjadi Connected.
|
Estimasi
Biaya
|
|||||||||||
|
Hardware
|
|||||||||||
|
Minimum
Sistem Mikrokontroler
|
100.000
|
||||||||||
|
Sensor
Ultrasonik
|
250.000
|
||||||||||
|
Modul
Suara
|
100.000
|
||||||||||
|
Modul
Bluetooth
|
150.000
|
||||||||||
|
Catu Daya
|
40.000
|
||||||||||
|
Relay
|
10.000
|
||||||||||
|
Software
|
|||||||||||
|
Software
BASCOM-AVR
|
200.000
|
||||||||||
|
Software
Basic4android
|
200.000
|
||||||||||
|
Software
Microsoft Visio 2010
|
200.000
|
Total
1.150.000
Sumber
http://widuri.raharja.info/index.php?title=Backup_Fakhri#Estimasi_Biaya
Sumber
http://widuri.raharja.info/index.php?title=Backup_Fakhri#Estimasi_Biaya













Tidak ada komentar:
Posting Komentar